TTS-Soepost.com, “Kalau mantan Kades sampaikan dana yang di ambil untuk sumbangan pembangunan kantor Desa maka itu tidak benar. Kenapa karena uang 150 ribu yang kami kasih itu untuk urusan bantuan UMKM. Bahkan usaha kami, sudah di foto guna dijadikan syarat bantuan tersebut” Demikian pernyataan Mikael Neolaka yang dihubungi media ini Sabtu(27/05/2023).
Lanjut Mikael Neolaka, “Tiga tahun kami diam dan tunggu, tapi hingga saat ini bahkan setelah mundur dari Kepala Desa belum ada kejelasan terhadap bantuan yang dijanjikan akan direalisasikan kepada kami” Ucap Mikael Neolaka yang juga merupakan seorang Pendeta di wilayah Desa Taebesa.
“Sehingga untuk kejelasan hal ini, kalau bisa kami 120 Kepala Keluarga dihadirkan di Polsek biar semua jelas. Jangan sudah mundur dari Kepala Desa kemudian sepertinya mau lewatkan masalah ini”,
“Jadi antar pungutan 100 dan 150 ribu itu beda, 100 ribu untuk sumbangan pembangunan kantor desa sedangkan 150 ribu itu diambil terkait dengan janji kepada masyarakat untuk mendapatkan bantuan UMKM. Nanti kalau dia(mantan kades) omong banyak, tolong hadirkan kami” Pungkas Mikael Neolaka
Terkait hal ini Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Timor Tengah Selatan Marten yang telah dihubungi mengatakan akan memanggil Jisbar J.T Nenohaifeto untuk melakukan klarifikasi terkait informasi ini,
“Intinya kami baru mengetahui informasi tentang kejadian ini lewat pemberitaan di media, sehingga kawan kami akan dipanggil untuk ada klarifikasi dimana kami tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah” Ucap Marten Natonis
Dalam pemberitaan sebelumnya mantan kepala desa Taebesa Jisbar J.T Nenohaifeto Mantan kepala Desa Taebesa membenarkan kalau pernah menerima uang tersebut tapi uang tersebut dipakai untuk pembangunan kantor desa,
"Itu uang 100 ribu dari semua yang saat itu daftar untuk dapat bantuan kami pakai untuk bangun kantor Desa dan yang sisa 50 ribu itu untuk ATK," Kata Jisbar J.T Nenohaifeto. (Redaksi Soe Post)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar